Tentang Membuat Widget Jam diWordPress

Cara Memasang Jam di WordPress

 
Cara Memasang Jam di WordPressCara memberi/menambah widget jam/clock di blog wordpress.
Cara Memasang Jam di WordPress

 Sebenarnya beberapa waktu lalu saya pernah posting artikel berjudul cara memasang widget jam di blog, tapi tutorial tersebut untuk blog di blogspot. Dan kali ini saya akan posting tutorial khusus untuk wordpress. Oke lanjut.. Memasang widget jam merupakan salah satu cara mempercantik tampilan blog, karena dengan widget ini kita sebagai pemilik blog ataupun pengunjung bisa mengetahui waktu terkini sehingga bisa lebih mengontrol waktu. Langsung saja berikut cara memberi widget jam di wordpress:

 
1. Kunjungi situs http://www.clocklink.com
2. Setelah sobat sampai di situs tersebut, silahkan sobat lihat bagian sidebar sebelah kiri situs tersebut. Disitu ada beberapa pilihan aneka jenis jam yang bisa sobat pilih. Misal analog, digital, animal dan lain-lain. Silahkan sobat pilih sesuai keinginan sobat.
3. Setelah sobat pilih, maka akan muncul aneka bentuk jam yang bisa dipilih.
4. Setelah sobat memilih salah satu jam, maka selanjutnya klik View HTML Tag di bawah gambar jam yang sobat suka.
5. Maka akan terbuka halaman baru persetujuan, klik Accept untuk mendapatkan kodenya.
6. Atur kode area berdasarkan area di daerah sobat.
7. Copy kode yang di “If the above does not work, please try the following code.” Seperti contoh di bawah ini dan paste di notepad terlebih dahulu.
8. Hapus bagian “”dan ganti dengan ““. Agar widget berada di tengah tambahkan “center” sehingga kodenya akan menjadi seperti ini:
<div style=”text-align:center;”></div>

9. Masuk ke halaman wp-admin (dasbor) blog WordPress.
10. Klik Tampilan >> Widget.
11. Pilih widget “Teks” kemudian seret ke bagian sidebar untuk mengaktifkannya.
12. Beri judul sesuai keinginan sobat.
13. Masukkan kode pada langkah nomor 7.
14. Klik tombol Simpan.
15. Selesai.
Nah, selesai juga posting artikel berjudul cara memasang jam di wordpress. Semoga bermanfaat untuk semua..

Source: http://www.amronbadriza.com/2012/07/cara-memasang-jam-di-wordpress.html#ixzz2LOeIJNsU

5 Sifat Semulajadi Lelaki

TIDAK SUKA BERGOSIP…
Bagi sesetengah org,mengetahui perihal orang lain adalah penting.Apatah lagi jika ianya menjadi bahan bualan orang sekeliling.Katanya tidak mahu ketinggalan informasi.Bagi lelaki lain pula kisahnya.Lelaki lebih gemar menunjukkan reaksi berdiam diri terutamanya apabila membicarakan hal peribadi orang lain.Bagi lelaki,bergosip adalah sesuatu yg tidak berfaedah dan membuang masa.Mereka lebih gemar memilih utk menyiapkan tugasan sendiri daripada mengambil tahu informasi yg tidak di perlukan. Jadi kamu tidak perlu berkecil hati jika teman lelaki kamu tidak minat terhadap sebarang gosip yg ingin kamu perkatakan…

SHOPPING CUKUP MENYEKSAKAN…
Orang perempuan,kalau bab bershopping memang tak payah disuruh.Kalau tak membeli pun,cukuplah sekadar cuci mata sahaja.Lelaki pula memang agak keberatan jika diminta utk menemani pasangannya keluar bershopping.Buang masa,antara alasan yg sering di suarakan.Apabila diminta pandangan tentang sesuatu barangan yg ingin di beli,reaksi yg di beri adalah secara acuh tak acuh sahaja.Mereka menganggap kalau tidak bershopping,masa terluang tersebut boleh di penuhi dengan aktiviti lain.Lelaki juga kurg senang kalau masa yg diambil untuk berbelanja sehingga berjam2 lamanya.Bagi lelaki tidak ada guna terlalu cerewet ketika memilih barangan…

GAGAL BERI JAWAPAN SEPERTI YG DI HARAPKAN…
Sesetengah hal yg di bincangkan dgn pasangan ada kalanya memerlukan lebih perhatian dan tumpuan.Tetapi kebanyakkan lelaki lebih senang menjadi pendengar setia dan memberikan jawapan ala kadar sahaja apabila diminta pendapat mereka sedangkan dlm sesetengah keadaan.pasangannya tadi mmg memerlukan buah fikiran yg bernas utk membantunya menyelesaikan masalah yg dihadapi.Jadi sekiranya berhadapan dgn situasi ini lelaki seharusnya bersifat lebih matang dan bukannya membuatkan mereka jadi gila dgn perangai acuh tak acuh kamu…

PERLU PERHATIAN KETIKA SAKIT…
Tanpa kamu sedari seorg lelaki sebenarnya sangat senang sekiranya dilayan sebaik mungkin ketika sedang sakit.Ketika sakit,lelaki sering merengek dan mengeluh ingin di belay dan segala2nya disediakan.Ini jelas menunjukkan ketika sakit lelaki mengharapkan pasangannya menumpukan sepenuh perhatian terhadap dirinya.Tetapi awas!! Jangan sekali2 mempraktikkannya ketika mereka sihat.Jika tidak kamu akan mendengar keluhan seperti “kenapalah saya di perlakukan seperti seorg bayi”Lelaki akan lebih bosan sekiranya tindak tanduknya di atur oleh org lain…

BANGGA APABILA ADA YG MENGGODA..
Bila si dia keluar dating dgn kamu,tiba2 ada wanita yg mencuri pandang dgn satu pandangan yg penuh bermakna dan berminat.Dalam keadaan seperti ini lelaki akan berasa bangga dan merasakan saham masih tinggi walaupun sudah ada org di sebelah tetapi amasih ada yg menunjukkan minat.Bila berhadapan dgn situasi ini,untuk “cover line” dgn wajah selamba si lelaki akan berkata “Jangan bimbang I tak akan tergoda kerana I sudah ada U !!”…Tetapi penjelasan yg diberikan ini sebenarnya masih tidak cukup utk menyakinkan pasangan di sebelah,malah ada yg merasakan kedudukan mereka masih tidak selamat.Oleh itu,awasi mata kamu!!

Kutai Kartanegara

Kabupaten Kutai Kartanegara
Lambang Kabupaten Kutai Kartanegara
Lambang Kabupaten Kutai Kartanegara
Motto: Bena Benua Etam
(Bahasa Kutai):”Peduli Daerah Kita”

 

Lokasi Kalimantan Timur Kabupaten Kutai Kartanegara.svg
Peta lokasi Kabupaten Kutai Kartanegara
Koordinat: 115°26’28″-117°36’43″ BT
1°28’21″ LU-1°08’06″ LS
Provinsi Kalimantan Timur
Dasar hukum UU No. 27 Tahun 1959
Ibu kota Tenggarong
Pemerintahan
 - Bupati Rita Widyasari
 - APBD Rp. 3,73 triliun (2007)[1]
 - DAU Rp. 150.245.858.000.-(2013)[2]
Luas 27.263,10 km2
Populasi
 - Total 626.286 jiwa (2010)
 - Kepadatan 22,97 jiwa/km2
Demografi
 - Suku bangsa Kutai, Banjar, Dayak, Jawa
 - Bahasa Indonesia, Kutai
 - Kode area telepon 0541 dan 0542
Pembagian administratif
 - Kecamatan 18
 - Kelurahan 225
 - Situs web http://www.kutaikartanegarakab.go.id/

Kabupaten Kutai Kartanegara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Tenggarong.

Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki luas wilayah 27.263,10 km² dan luas perairan kurang lebih 4.097 km² yang dibagi dalam 18 wilayah kecamatan dan 225 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 626.286 jiwa (hasil sensus penduduk tahun 2010).

Daftar isi

Batas wilayah

Secara geografis Kabupaten Kutai Kartanegara terletak antara 115°26’28″ BT – 117°36’43″ BT dan 1°28’21″ LU – 1°08’06″ LS dengan batas administratif sebagai berikut:

Utara Kabupaten Malinau
Selatan Kabupaten Penajam Paser Utara
Barat Kabupaten Kutai Barat
Timur Kabupaten Kutai Timur, Kota Bontang dan Selat Makassar

Sejarah

Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan kelanjutan dari Kabupaten Kutai sebelum terjadi pemekaran wilayah pada tahun 1999. Wilayah Kabupaten Kutai sendiri, termasuk Kota Balikpapan, Bontang dan Samarinda, sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

Pada tahun 1947, Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura dengan status Daerah Swapraja Kutai masuk dalam Federasi Kalimantan Timur bersama 4 Kesultanan lainnya seperti Bulungan, Sambaliung, Gunung Tabur dan Pasir.

Daerah Swapraja Kutai diubah menjadi Daerah Istimewa Kutai yang merupakan daerah otonom/daerah istimewa setingkat kabupaten berdasarkan UU Darurat No. 3 Tahun 1953.

Pada tahun 1959, status Daerah Istimewa Kutai yang dipimpin Sultan A.M. Parikesit dihapus. Dan berdasarkan UU No. 27 Tahun 1959, daerah ini dibagi menjadi 3 Daerah Tingkat II, yakni:

  1. Kotamadya Balikpapan dengan ibukota Balikpapan
  2. Kotamadya Samarinda dengan ibukota Samarinda
  3. Kabupaten Kutai dengan ibukota Tenggarong

Dengan berakhirnya Daerah Istimewa Kutai, maka berakhir pula kekuasaan Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Dalam Sidang Khusus DPRD Daerah Istimewa Kutai pada tanggal 21 Januari 1960, Sultan Kutai Kartanegara A.M. Parikesit secara resmi menyerahkan kekuasaan kepada Aji Raden Padmo selaku Bupati Kutai, Kapten Soedjono selaku Walikota Samarinda dan A.R. Sayid Mohammad selaku Walikota Balikpapan.

Pada tahun 1999, wilayah Kabupaten Kutai dimekarkan menjadi 4 daerah otonom berdasarkan UU No. 47 Tahun 1999, yakni:

  1. Kabupaten Kutai dengan ibu kota Tenggarong
  2. Kabupaten Kutai Barat dengan ibu kota Sendawar
  3. Kabupaten Kutai Timur dengan ibu kota Sangatta
  4. Kota Bontang dengan ibu kota Bontang

Untuk membedakan Kabupaten Kutai sebagai daerah hasil pemekaran, nama kabupaten ini akhirnya diganti menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Peraturan Pemerintah RI No. 8 Tahun 2002 tentang “Perubahan Nama Kabupaten Kutai Menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara”. Sebutan Kabupaten Kutai Kartanegara ini merupakan usulan dari Presiden RI Abdurrahman Wahid ketika membuka Munas I Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Tenggarong pada tahun 2000.

Topografi

Topografi wilayah sebagian besar bergelombang dan berbukit dengan kelerengan landai sampai curam. Daerah dengan kemiringan datar sampai landai terdapat di beberapa bagian, yaitu wilayah pantai dan daerah aliran sungai Mahakam. Pada wilayah pedalaman dan perbatasan pada umumnya merupakan kawasan pegunungan dengan ketinggian antara 500 hingga 2.000 m di atas permukaan laut.

Danau-danau yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara antara lain:

  1. Danau Semayang (13.000 ha)
  2. Danau Melintang (11.000 ha)
  3. Danau Ngayau (1.900 ha)
  4. Danau Tempatung (1.300 ha)
  5. Danau Mulupan (750 ha)
  6. Danau Siran (750 ha)
  7. Danau Perian (750 ha)
  8. Danau Wis (750 ha)
  9. Danau Karang (750 ha)
  10. Danau Loa Kang (450 ha)
  11. Danau Batu Bumbu (450 ha)
  12. Danau Meranbi (350 ha)
  13. Danau Puan Rabuk (350 ha)
  14. Danau S’kajo (100 ha)
  15. Danau Tanah Liat (45 ha)
  16. Danau Man

Demografi

Jumlah penduduk Kabupaten Kutai Kartanegara berdasarkan P4B tahun 2005 tercatat mencapai 547.422 jiwa. Penduduk yang bermukim di wilayah Kutai Kartanegara terdiri dari penduduk asli, seperti:

Sementara penduduk pendatang adalah:

Pola penyebaran penduduk sebagian besar mengikuti pola transportasi yang ada. Sungai Mahakam merupakan jalur arteri bagi transportasi lokal. Keadaan ini menyebabkan sebagian besar pemukiman penduduk terkonsentrasi di tepi Sungai Mahakam dan anak-anak sungainya. Daerah-daerah yang agak jauh dari tepi sungai dimana belum terdapat prasarana jalan darat relatif kurang terisi dengan pemukiman penduduk.

Sebagian besar penduduk Kutai Kartanegara tinggal di pedesaan, yakni mencapai 75,7%, sedangkan sejumlah 24,3% berada di daerah perkotaan. Sementara mata pencaharian penduduk sebagian besar di sektor pertanian 38,25%, industri/kerajinan 18,37%, perdagangan 10,59 % dan lain-lain 32,79%.

Pemerintahan

Bupati

Pemimpin Kutai Kartanegara saat ini adalah Rita Widyasari bersama wakil bupati Gufron Yusuf. Rita Widyasari merupakan bupati perempuan pertama di Kalimantan Timur.

Dalam menjalankan pemerintahannya, Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara dibantu Sekretaris Daerah Kabupaten yang saat ini dijabat oleh Haryanto Bachroel. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga membentuk beberapa lembaga pemerintahan untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanan publik yang terdiri dari 18 Dinas Otonom, 9 Badan Daerah dan 8 Kantor Daerah.

Daftar Bupati Kutai Kartanegara (termasuk Bupati Kutai)

No. Foto Nama Periode Keterangan
1.   A.M. Parikesit 19501960 Kepala Daerah Istimewa Kutai
2.   A.R. Padmo 19601964 Bupati KDH Tingkat II Kutai pertama setelah berakhirnya pemerintahan Daerah Istimewa Kutai
3.   Roesdibiyono 19641965  
4.   Drs. H. Achmad Dahlan 19651979 Terpilih sebagai Bupati Kutai selama 3 periode berturut-turut hingga meninggal karena kecelakaan
5.   Drs. H. Awang Faisjal 19791984  
6.   Drs. H. Chaidir Hafiedz 19841989  
7.   Drs. H. Said Sjafran 19891994  
8.   Drs. H. Ahmad Maulana Sulaiman, MSc 19941999  
9.   Drs. H. Syaukani Hasan Rais, MM 19992004 Bupati Kutai Kartanegara pertama setelah pemekaran Kabupaten Kutai
10.   H. Awang Dharma Bakti, ST, MT 20042005 Penjabat sementara (pjs.) Bupati Kutai Kartanegara menggantikan Syaukani, namun ditolak legislatif dan sebagian masyarakat
11.   Drs. Hadi Sutanto 2005 Menjadi penjabat sementara (pjs.) Bupati Kutai Kartanegara setelah Mendagri merevisi SK Pengangkatan Awang Dharma Bakti
12.   Prof. Dr. H. Syaukani Hasan Rais, MM 20052006 Terpilih melalui Pilkada Kutai Kartanegara 1 Juni 2005
13.   Drs. H. Samsuri Aspar, MM 20062008 Menjadi pelaksana tugas (plt.) Bupati Kutai Kartanegara menggantikan Syaukani yang terkena kasus hukum
14.   Drs. H. Sjachruddin MS 20082009 Menjadi penjabat (pj.) Bupati Kutai Kartanegara selama lebih kurang 15 bulan
15.   Sulaiman Gafur 20092010 Menjadi penjabat (pj.) Bupati Kutai Kartanegara menggantikan Sjahruddin dan dilantik pada tanggal 30 November 2009
16.   Rita Widyasari 2010–sekarang Terpilih menjadi bupati wanita pertama di Kalimantan Timur dan dilantik pada tanggal 30 Juni 2010 bersama wakil bupati Gufron Yusuf[3]

Kecamatan

Kabupaten Kutai Kartanegara terdiri dari 18 kecamatan, yakni:

1. Anggana
2. Kembang Janggut
3. Kenohan
4. Kota Bangun
5. Loa Janan
6. Loa Kulu
7. Marang Kayu
8. Muara Badak
9. Muara Jawa

10. Muara Kaman
11. Muara Muntai
12. Muara Wis
13. Samboja
14. Sanga-Sanga
15. Sebulu
16. Tabang
17. Tenggarong
18. Tenggarong Seberang

Letak kecamatan kutai kartanegara.jpg

Pilkada

Kantor Bupati Kutai Kartanegara di Tenggarong yang juga sekaligus menjadi kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Gedung DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pilkada Kukar 2005

Pilkada Kutai Kartanegara dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2005.

Nama Pasangan Perolehan Suara
Syaukani Hasan Rais
Samsuri Aspar
159.303 suara (60,85%)
Adji Sofyan Alex
Irkham
(33,85%)
Tajuddin Noor
Abdul Djebar Bukran
(5,30%)

Dengan hasil perolehan suara tersebut, maka pasangan Syaukani HR-Samsuri Aspar terpilih menjadi pasangan bupati dan wakil bupati Kutai Kartanegara. Syaukani HR dan Samsuri Aspar dilantik sebagai Bupati Kutai Kartanegara dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara masa bakti 2005-2010 oleh Gubernur Kalimantan Timur, Suwarna Abdul Fatah pada tanggal 13 Juli 2005.

Pilkada Kukar 2010

Setelah Pilkada pertama tahun 2005, Kutai Kartanegara kembali menggelar Pilkada yang dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2010.[4]

No. Nama Pasangan Perolehan Suara
1 Drs. H.M. Idrus SY, M.Si
Agus Shali, SH
5.665 suara (2.04%)
2 H. Awang Dharma Bakti, ST, MT
H. Saiful Aduar, S.Pd, M.Pd
31.706 suara (11.45%)
3 Awang Ferdian Hidayat, SE
Drs. Suko Buono M.Si
47.683 suara (17.21%)
4 Drs. H.M. Edward, SE, M.Si
H. Syahrani, SE
18.668 suara (6.74%)
5 Ir. H. Sugiyanto, MM
Drs. H. Fathan Djoenaidi, MM
19.695 suara (7.11%)
6 Rita Widyasari, S.Sos, MM
Drs. H. M. Ghufron Yusuf, SH, MM
153.602 suara (55.45%)

Dengan hasil perolehan suara itu berdasarkan rekapitulasi KPU setempat, maka pasangan Rita Widyasari-Gufron Yusuf terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Kutai Kartanegara periode 2010-2015. Rita Widyasari dan Gufron Yusuf dilantik pada tanggal 30 Juni 2010 di gedung Putri Karang Melenu, Tenggarong.

Perekonomian

Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam terutama minyak bumi dan gas alam (migas) serta batubara sehingga perekonomian Kutai Kartanegara masih didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian yang mencapai lebih dari 77%. Sektor pertanian dan kehutanan hanya memberikan konstribusi sekitar 11%, sedangkan sisanya disumbangkan dari sektor perdagangan dan hotel, yakni kurang lebih 3%, industri pengolahan sekitar 2,5%, bangunan 3%, keuangan 1% dan sektor lainnya sekitar 2%.

PDRB dan pendapatan per kapita

Nilai nominal PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Kutai Kartanegara dari tahun 1999 hingga 2003 mengalami peningkatan yang cukup besar, yakni dari Rp. 15,59 triliun (1999) menjadi Rp. 27,05 triliun (2003).

Bila dilihat perkembangan PDRB non-migas atas dasar harga berlaku, angka PDRB non-migas tahun 1999 juga mengalami peningkatan, dari sebesar Rp. 4,51 triliun meningkat menjadi Rp. 6,12 triliun pada tahun 2003, sementara PDRB atas dasar harga konstan dengan migas maupun non-migas juga mengalami peningkatan dari Rp. 6,45 triliun (1999) menjadi Rp. 7,72 triliun (2003). PDRB atas dasar harga konstan non-migas mengalami peningkatan dari Rp. 1,80 triliun (1999) menjadi Rp. 2,46 triliun tahun 2003.

Total PDRB per kapita Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2003 mengalami peningkatan yang cukup positif hingga mencapai Rp. 56,79 juta dengan total pendapatan per kapita juga meningkat sebesar Rp. 43,57 juta.

Pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Kartanegara pasca pemekaran wilayah berdasarkan perkembangan nilai PDRB pada tahun 2000 tumbuh sebesar 3,56% dengan migas dan 5,21% tanpa migas. Pada tahun 2001, laju pertumbuhan ekonomi meningkat sebesar 5,33%. Tahun 2002, laju pertumbuhan ekonomi Kutai Kartanegara sebesar 4,80% dengan migas dan 7,34% tanpa migas. Setelah itu mengalami penurunan pada tahun 2003, yakni sebesar 4,68% dengan migas dan 7,46% tanpa migas.

Pendidikan

Pendidikan Dasar dan Menengah

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui program pembangunan yang disebut Gerbang Dayaku melaksanakan program wajib belajar 12 tahun dengan membebaskan biaya pendidikan bagi seluruh siswa jenjang pendidikan dasar hingga menengah, baik negeri maupun swasta. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara (2006), jumlah keseluruhan sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai 665 buah yang terdiri dari 466 SD, 122 SMP/MTs dan 77 SMA/SMK/MA/MAK.

Pendidikan Tinggi

Di Kutai Kartanegara terdapat perguruan tinggi swasta bernama Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) yang berada di kota Tenggarong, kemudian Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tenggarong. Selain itu juga sedang dibangun Politeknik Sumber Daya Kalimantan yang berada di kecamatan Muara Jawa.

Olahraga

Di bidang olahraga, khususnya sepak bola, Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki sebuah klub sepak bola profesional bernama Mitra Kutai Kartanegara (Mitra Kukar) yang saat ini masih bertahan di kompetisi sepakbola Profesional Indonesia (Liga Super Indonesia)

Pariwisata

Wisata Alam

  1. Pantai Pangempang di Muara Badak
  2. Bukit Bangkirai di Samboja
  3. Pantai Tanah Merah di Samboja
  4. Danau Semayang di Kota Bangun
  5. Danau Murung di Kota Bangun
  6. Waduk Panji Sukarame di Tenggarong
  7. Pulau Kumala di Tenggarong
  8. Taman Rekreasi Tepian Mahakam Jembatan Kartanegara di Tenggarong

Wisata Budaya

  1. Desa Sungai Bawang di Muara Badak (Kehidupan Suku Dayak)
  2. Museum Mulawarman di Tenggarong (peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara)
  3. Kedaton Kutai Kartanegara di Tenggarong (istana baru Sultan Kutai Kartanegara)
  4. Desa Pondok Labu di Tenggarong (kehidupan suku Dayak)
  5. Desa Lekaq Kidau di Sebulu
  6. Lamin suku Dayak di Tabang (kehidupan suku Dayak)
  7. Dusun Berubus di Muara Kaman (situs kerajaan tertua di Indonesia)

Wisata Pendidikan

  1. Planetarium Jagad Raya di Tenggarong
  2. Museum Kayu Tuah Himba di Tenggarong
  3. Museum Perjuangan Merah Putih di Sanga-Sanga

Lihat pula

Referensi

Pranala luar

[tampilkan]
l • b • s
Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
[tampilkan]
l • b • s
Flag-map of Indonesia.png  Artikel bertopik geografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.